Teater Syahid Tampilkan “Syekh Siti Jenar” dalam Nuansa Kekinian

25/05/2012 § 5 Komentar

Foto: tamanismailmarzuki.com
Teater Syahid UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, kembali naik pentas. Kali ini, kelompok teater yang beranggotakan para mahasiswa itu, akan tampil di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 25 – 27 Mei 2012 mendatang, dengan lakon “Syekh Siti Jenar – Babad Geger Pengging” karya Saini KM.
Disutradarai Arie Batubara, lewat pentas dengan durasi kurang lebih dua jam itu Teater Syahid akan mengetengahkan sebuah diskursus menarik mengenai kekuasaan dalam perspektif perjalanan hidup dan ajaran Syekh Siti Jenar yang hingga kini masih penuh kontroversi.
“Ternyata, kalau kita cermati, di balik ajaran dan kisah Syekh Siti Jenar yang hingga kini masih menjadi kontroversi itu, ada nuansa permainan kekuasaan yang sangat kental. Paling tidak, dalam perspektif naskah lakon yang ditulis Saini KM tersebut,” ungkap Arie Batubara, sang sutradara.
Dalam kaitan ini, tamah Arie, Saini KM tidak semata-mata memposisikan Syekh Siti Jenar sebagai ulama yang menawarkan ajaran yang populer dengan sebutan Manunggaling Kawula-Gusti. Melainkan juga sebagai sosok yang menawarkan pikiran dan pandangan yang berbeda dengan yang umum dianut masyarakat ketika itu, dan bagaimana penguasa ketika itu mengambil sikap terhadap perbedaan.
“Jadi, dalam lakon yang ditulis Saini KM ini, Siti Jenar tidak semata-mata dilihat sebagai sosok ulama dengan ajaran yang berbeda, tapi lebih pada perbedaan itu sendiri. Perbedaan itulah sesungguhnya yang ditolak, bukan semata-mata ajarannya,” lanjut Arie.
Menurut Arie, cara pandang semacam ini, cukup pas dengan konteks siatuasi sekarang. Karena, ujarnya, meskipun kini kita mengaku berada di alam demokrasi yang salah satu prinsipnya mengedepankan perbedaan, namun pada kenyataannya seringkali ada sikap yang menolak perbedaan itu.
“Karena itu, Teater Syahid memilih menyuguhkan kisah ini untuk dipentaskan. Kami ingin menawarkan semacam refleksi bagi publik dalam melihat perbedaan, sekaligus membuka semacam perspektif bagi kita bagaimana sikap penguasa atau kekuasaan saat berhadapan dengan perbedaan,” papar Arie.
Dengan pilihan semacam itu, maka Arie dan Teater Syahid akan menyajikan lakon ini dalam nuansa kekinian. Artinya, baik permainan para aktor-aktrisnya, tata kostum, dan sebagainya, lebih kondisi pada kondisi dan situasi saat ini, bukan lagi mengambil setting masa lalu.
“Karena di sini, kami tidak melihat Syekh Siti Jenar maupun tokoh-tokoh lainnya dalam lakon itu sebagai sosok-sosok yang harafiah, tapi lebih sebagai simbol. Sehingga, sosok-sosok itu akan dihadirkan dalam wujud manusia saat ini,” pungkas Arie. (RILIS)

Iklan

§ 5 Responses to Teater Syahid Tampilkan “Syekh Siti Jenar” dalam Nuansa Kekinian

  • Tak Bernama berkata:

    Bila diantara Anda ada yang ingin menyelami kedalaman pemahaman Syekh Siti Jenar, saya bersedia kirimkan buku tentang Guru Sejati yang dapat memberikan petunjuk Cahaya dan Suara Bathin, petunjuk awal pintu gerbang bathin mengenali kesejatian diri Anda. Silahkan SMS ke 0817 689 3113. Buku (edisi bahasa Indonesia) dikirimkan gratis sampai ke alamat Anda tanpa embel apa-apa.

    Tersedia juga buku spiritual pencerahan yang membahas syair pujian Jalaluddin Rumi kepada Gurunya, berjudul “Shams-e Tabrizi” (khusus bagi pembaca yang menguasai bahasa Inggris, sebab belum diterjemahkan). Buku ini juga gratis dan dikirimkan dalam jumlah terbatas.

    • Rinaldi berkata:

      terima kasih apabilia anda benar2 mau membagi pengetahuin tentang kesejatian hidup dan kehidupan dlm 2 buku yg anda sebutkan diatas td..

    • andri handriana berkata:

      wah tertarik saya ,as apalagi saya dkirimin 2 buku itu, saya bila benar baca buku2 itu sebagai pengetahuan, karena selama ini saya blm mencari cari ilmu syekh lemah bang ini dan bagaimana cara dia mengagapai kemanunggalan dengna ilahi

    • andri handriana berkata:

      wah tertarik saya mas apalagi saya dkirimin 2 buku itu, ingin sekali baca buku2 itu sebagai pengetahuan, karena selama ini saya mencari cari ilmu syekh lemah bang ini dan bagaimana cara dia mengagapai kemanunggalan dengna ilahi

  • orang situ berkata:

    ajaran kejawen….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Teater Syahid Tampilkan “Syekh Siti Jenar” dalam Nuansa Kekinian at .

meta

%d blogger menyukai ini: