Diskusi Sastra Aceh di Republika

16/04/2007 § Tinggalkan komentar

Sumber: REPUBLIKA, Minggu, 04 Februari 2007

Dari Kami

Rabu (31/1) siang lalu kami mendapat kunjungan tiga
tamu penting dari Aceh. Bukan tokoh politik yang baru
saja memenangkan Pilkada, tapi tiga sastrawan yang
saat ini memimpin beberapa lembaga kesenian di daerah
berjuluk Serambi Makkah itu.

Tamu-tamu penting itu adalah Ketua Dewan Kesenian
Banda Aceh Zulfikar Sawang, Ketua Aliansi Sastrawan
Aceh Doel CP Allisah, dan Ketua Anak Muda Aceh Kreatif
(Amuk Community) Saiful Bachri. ”Sudah lama kami
ingin mengunjungi Republika, melihat ‘dapur’ redaksi
dan berbincang-bincang dengan para redakturnya,” kata
Zulfikar Sawang.

Mereka diantar ke kantor kami, di Gedung Republika,
Buncit Raya 37, Jakarta Selatan, oleh Mustafa Ismail
— cerpenis asal Aceh yang kini tinggal di Jakarta.
Dan, mereka diterima oleh redaktur sastra kami,
Ahmadun Yosi Herfanda.

Memanfaatkan kehadiran mereka, diskusi sastra pun
digelar secara spontan di kantor kami. Meskipun
diadakan secara mendadak, Alhamdulillah, diskusi yang
berlangsung di ruang rapat gedung kami itu dapat
dihadiri dua sastrawan nasional terkemuka, yakni
Hamsad Rangkuti dan Danarto.

Diskusi berlangsung santai tapi serius. Bermula dari
membicarakan sastra Aceh pasca-tsunami, melebar ke
masalah sastra Indonesia mutakhir, dan mengerucut ke
peran sastra Aceh dalam menyumbang pertumbuhan sastra
Indonesia. ”Pada masa kesultanan Aceh ada, sastrawan
besar Hamzah Fansuri yang karya-karyanya abadi hingga
sekarang. Banyak yang berharap Aceh dapat melahirkan
sastrawan besar lagi,” kata Saiful Bachri. Untuk
mendorong pertumbuhan sastra di sana, akhirnya mereka
berharap ada kerja sama yang lebih baik antara
sastrawan Aceh dengan media-media massa di Jakarta.
Mereka yakin, peran media massa sangat besar dalam
mendorong perkembangan sastra nasional dan daerah.

Seusai diskusi, para sastrawan Aceh itu sempat
melongok sebentar ke ruang redaksi kami. Mereka berada
di Jakarta sampai Ahad (4/2) dan ikut merasakan
susahnya berada di ibukota saat dilanda banjir.
( )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Diskusi Sastra Aceh di Republika at .

meta

%d blogger menyukai ini: