
PAGI ini saya mendapat SMS dari seorang penulis di Aceh, Abdul Qaiyum. “Siapa aja yg dapat penghargaan penulis sastra besok di bna? Penghargaan dari mana? Trims,” begitu bunyi pesan singkat itu. Read the rest of this entry »
Filed under: Uncategorized
Sumber: Harian Rakyat Aceh, Senin, 3 Agustus 2009
Banda Aceh-Sekitar 50 penyair atau sartrawan Indonesia dan asing akan baca puisi di atas perahu Krueng Aceh, 6 Agustus pukul16.00 WIB. Kemudian, mereka juga tampil dalam acara Panggung Sastra Pinto Khop, pada 5 Agustus pukul 20.00 WIB.
Sastrawan asing yang hadir, dari Austria, mewakili Eropa, Jerman, Italy, Australia, Malaysia, Cina. Sedangkan dalam negeri, Aceh, Medan, Padang, Solo, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Kudus, Bali, cirebon. Read the rest of this entry »
Filed under: Uncategorized
Oleh : Ris Pasha
Sumber: Harian Analisa, 11 Januari 2009
Judul : Kutaraja Banda Aceh
Tahun Terbit : I, Desember 2008
Tebal : i/xiv + 238 halaman
Ukuran buku : 13,5 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia-Inggris
Penerbit : Aliansi Sastrawan Aceh bekerja sama dengan Pemko Banda Aceh
UNTUK, kesekian kalinya, Aliansi Sastrawan Aceh Menerbit buku. Setelah buku antologi memperingati tSunami dan beberapa buku lainnya, kali ini, Aliansi Sastrawan Aceh (ASA) yang dimotori oleh Doel CP Allisah dan Nani HS ini menerbitkan pula sebuah buku antologi puisi. Buku itu bernama Kutaraja Banda Aceh.
Dalam buku ini beberapa penyair dari seluruh Indonesia, selain penyair NAD sendiri, juga ada karya beberapa penyair Aceh yang sudah almarhum. Mereka adalah para penyair yang pernah membawa nama Aceh harus di tingkat Nasional. Read the rest of this entry »
Filed under: Uncategorized
Oleh: Sihar Ramses Simatupang
Sumber: Sinar Harapan, Sabtu, 30 Agustus 2008
Jakarta – “Sesudah enam puluh tiga tahun, apabila kita berharap akan keadilan, masih bisakah saudaraku menemukan keadilan di Indonesia hari ini. Setelah pincang, tersaruk digebrak krisis, dihantam bencana, kita kehabisan angka menghitungnya,” kata budayawan dan penyair Taufik Ismail.
Format reformasi, ujar Taufik, termasuk hukum ditegakkan agar berakar tapi betapa rumitnya meneguhkan ini.
“Bencana, betapa berat merawat 200 juta mulut yang menganga. Undang-undang, prosedur, tata cara dan etika dihabisi. Hutan, tambang, air, minyak dihabisi. Akhlak merosot,” sambungnya.
Nilai keimanan dan kejujuran juga rasa malu dan tanggung jawab, pengendalian diri, kesadaran berbangsa mulai berubah. Penawaran jual beli, mafia peradilan, keras lunaknya palu yang diketukkan bisa diatur. Read the rest of this entry »
Filed under: Uncategorized
KOMENTAR TERBARU