………..jalansetapak journal

Kenangan Cikini: Forum Penyair Abad 21 (1)

Dimana letak Taman Ismail Marzuki? Pertanyaan itu, bagi penggiat/pencinta seni di Jakarta dan sekitarnya, mungkin agak aneh. Semua tahu, TIM — begitu ia populer disebut — letaknya di Jalan Cikini Raya No. 73. Tapi, bagi orang luar Jakarta, apalagi belum pernah ke Jakarta, tentu pertanyaan itu begitu penting untuk dicari jawabnya. Tidak semua orang tahu letak TIM, bahkan bagi sebagian orang Jakarta.

Saya pernah merasakan itu ketika pertama kali ke Jakarta pada November 1996 untuk menghadiri forum penyair muda “Mimbar Penyair Abad 21″ (19-13 Nopember). Waktu itu, jujur, saya baru pertama kali ke Jakarta. Sebagai seniman kampung, saya senang luar biasa bisa bertandang ke pusat kesenian itu. Sama luar biasa senangnya karena diundang Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk mengikuti sekaligus membaca puisi dalam acara MPA. Tapi, di mana letak TIM? Sungguh gelap bagi saya. Read the rest of this entry »

Filed under: Sekedar Tahu Saja

Seribu Cara Membuat Internet Murah

Bisa juga mendatangkan duit.

Koran Tempo, Jum’at, 30 Mei 2008

Kompleks perumahan di kawasan Pamulang, Tangerang, itu bisa dicapai selama satu setengah jam perjalanan dari pusat Kota Jakarta. Lantaran baru tumbuh, kawasan ini belum memiliki infrastruktur pendukung, seperti koneksi Internet. Warung Internet pun bisa dihitung dengan jari.

Di tengah kondisi itu, sejumlah warga berinisiatif memasukkan Internet ke kompleks tersebut melalui konsep RT/RW Net. Inilah model berbagi jaringan Internet yang murah.

Salah satu penggagasnya adalah Mustafa Ismail, 37 tahun. “Anak saya sering ke warnet dan saya tak bisa memantau apa yang dilakukannya,” ujar lelaki yang bekerja di salah satu koran nasional ini. Read the rest of this entry »

Filed under: Sekedar Tahu Saja

Impian Lama: Internet Murah (2)

Dua hari lalu, ketika ada teman wartawan Koran Tempo datang untuk mereportasekan tentang RT/RW-net di tempat kami, secara tidak sengaja aku tahu bahwa kecepatan di internet di tempatku sudah di atas 500 kbps. Tadinya kecepatan maksimal Speedy, produk layanan internet yang dimiliki PT Telkom, adalah 384 kbps. Memang, pada Mei ini, Telkom Speedy merilis kecepatan baru hingga 1 mbps. Tapi belum semuanya bisa menikmati internet yang cepat itu. Sebelumnya, tempat kami pun belum bisa menikmatinya alias masih di kecepatan maksimal 384 kbps.

Saya menduga penambahan kecepatan itu adalah bagian upaya Telkom untuk terus merebut hati konsumen. Sebab persaingan di lapangan dalam ranah internet murah ini makin sengit di lapangan, terutama dengan hadirnya Fastnet dari Firstmedia (kelompok Lippo). Dulu jaringan internet kelompok Lippo ini dikenal dengan Kabelvision. Paket yang ditawarkan selain internet adalah televisi berlangganan. Kini, pelanggan boleh berlangganan salah satu dari layanan ini. Read the rest of this entry »

Filed under: Sekedar Tahu Saja

Kabut Turun di Genting Highlands

Sumber: Koran Tempo, Minggu, 23 Oktober 2005

Rubrik: Perjalanan

Menikmati denyut hiburan malam ala Las Vegas di Genting Highlands.

Ke Malaysia tidak ke Genting Highlands? Percuma saja. September silam, ketika ikut dalam satu penerbangan maskapai lokal, dari Kuala Lumpur saya menyempatkan diri melancong ke Genting Highlands. Pusing-pusing, kata orang Melayu.

Hanya butuh waktu sekitar satu jam dari Kuala Lumpur untuk menuju ke Genting Highlands. Tapi pagi itu, Sabtu (24/9), kemacetan mendera. Beberapa kilometer, bus yang membawa kami, berjalan merambat. Kendaraan roda empat memenuhi badan jalan. Sepeda motor, yang tampak satu-satu, ikut menyelip di antara mobil-mobil itu. Read the rest of this entry »

Filed under: Sekedar Tahu Saja

Impian Lama: Internet Murah (1)

Impian lama akhirnya tercapai: memakai internet murah. Sejak beberapa tahun lalu, saya berusaha untuk mencari cara bagaimana saya bisa memakai internet tak terbatas dengan biaya murah. Dulu, saya sempat kesemsem ingin memakai sebuah penyedia jasa layanan internet wireless dengan harga Rp 150 ribu sebulan, tapi layanan itu belum sampai di rumah saya di Vila Pamulang, Pondok Petir, Sawangan.

Saya juga menghubungi beberapa penyedia jasa layanan internet wireless lainnya untuk bikin RT/RW-net, ternyata untuk infratruktur awal mesti mengeluarkan yang tidak sedikit. Saya sulit meyakinkan tetangga-tetangga dengan biaya awal yang besar itu. Dulu saya juga sempat tertarik Kabelvision, tapi lagi-lagi waktu itu jaringannya belum sampai ke tempat saya. Read the rest of this entry »

Filed under: Sekedar Tahu Saja

Saatnya Bicara Energi Alternatif: Blue Energy

Sementara kita lupakan dulu soal harga BBM yang telah naik (Premium Rp. 6.000, Solar Rp. 5.500 dan Minyak Tanah Rp. 2.500) itu. Bukan kita setuju kenaikan itu, tapi mencoba mencari alternatif lain dari bahan bakar. Dulu, saat kenaikan BBM pada 2005, wacana energi alternatif ini sempat pula mencuat, tapi kemudian lenyap ditelan bumi. Sekarang tampaknya kita harus terus mendorong agar pemerintah betul-betul mengupayakan energi alternatif itu.

Pada November 2007 lalu, sempat ada ujicoba energi alternatif bernama blue energy yang ditemukan oleh Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Nganjuk. Energi ini menggunakan bahan dasar air laut. Percobaan dilakukan dengan perjalanan dari Jakarta ke Bali. Mobil yang digunakan tim penguji ini antara lain dua Ford Ranger 2500 CC, satu Isuzu Panther 2500 CC Diesel, satu Mazda Familia 1800 CC serta satu Bus Mitsubishi 4000 CC. Sampai di Bali, semua mobil dicek, dan hasilnya baik dan tidak ada masalah apa-apa. Read the rest of this entry »

Filed under: Sekedar Tahu Saja

Blog Anak-anak

Anak-anak banyak yang ngeblog. Salah satunya blog anak-anak milik Fira Meutia . Ada pula blog http://bintangkecilkita.wordpress.com. Jika Anda mencari di Google, akan ketemu banyak anak-anak yang ngeblog. Tentu ini cukup bagus untuk mentradisikan menulis bagi anak-anak.

Filed under: Sekedar Tahu Saja

dianing widya yudhistira

INFO BUKU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Ditulis oleh novelis yang karyanya (Sintren) masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo dan di toko-toko buku online.

jaringanblogsastra-ok
Blog Penyair Aceh J Kamal Farza

JUMLAH PENGUNJUNG

  • 88,154 hits

GUDANG TULISAN

Google Ranking Blog Ini

Search Engine Optimization
DIANING WIDYA YUDHISTIRA

PEMANGKU BLOG

http://novelweton.co.cc
Mempertanyakan Weton

Judul Buku: Weton (Bukan Salah Hari)

Penulis: Dianing Widya Yudhistira

Penerbit: Grasindo, 2009

Dalam masyarakat Jawa, weton adalah sesuatu yang berkaitan dengan hari lahir. Setiap nama hari (Senin-Minggu) dalam kalender Jawa memiliki pasangannya, yakni Wage, Pon, Legi, Kliwon, dan Pahing. Dalam sejumlah peristiwa sosial, weton memegang peranan penting. Misalnya soal perkawinan. Jika seseorang menikah dengan pasangan yang hari lahirnya secara weton tidak bagus, dipercaya ia akan menemui banyak masalah dalam keluarga nanti.

Novel terbaru karya Dianing Widya Yudhistira ini dengan baik mengangkat persoalan itu. Ada tokoh-tokoh yang menikah dengan weton yang tidak cocok, yang kemudian berakibat buruk. Tapi tidak semua orang percaya pada weton. Novel ini menyajikan pertentangan itu: antara yang percaya dan yang tidak. Dan bagi yang tidak percaya, tentu, ada konsekuensinya. Apa itu? Inilah yang dijawab satu per satu dalam novel ini.

Ini novel keempat Dianing, yang juga dikenal sebagai penyair dan penulis cerpen. Novel pertamanya, Sintren (Grasindo, 2007), juga mengangkat persoalan lokal di Jawa, yakni tari Sintren, dan masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award 2007. Novel lainnya, Perempuan Mencari Tuhan (Republika, 2007) dan Nawang (Republika, 2009). l DODY

Sumber: Koran Tempo, 18 Oktober 2009

-----------
Buku ini sudah bisa diperoleh di toko-toko buku Gramedia dan toko buku lain, juga di toko buku online seperti http://www.bukabuku.com, http://www.dinamikaebooks.com, http://bukukita.com, dan lain-lain. Bisa pula langsung ke penerbit Grasindo di http://www.grasindo.co.id. Untuk mengetahui lebih jauh tentang novel ini atau proses kreatif penulisannya silakan mengunjungi web http://novelweton.co.cc
rumahmadina.com

perdanakeren.co.cc