Sajak Terbaru Presiden Rex

11/07/2010 § 1 Komentar

hasbiburman-foto:jalansetapak.wordpress.com

Hasbi Burman adalah salah seorang penyair terkemuka di Aceh. Sosoknya sangat unik. Ia kerap muncul pagi-pagi di Warung Siang Malam, depan Masjid Raya Banda Aceh, tempat para seniman dan wartawan di Banda Aceh kerap ngopi pagi. Lalu, ia menghilang entah ke mana — mungkin pulang ke Blang Bintang, pinggiran kota Banda Aceh. Baru sore-sore ia muncul lagi, kadang di Taman Budaya Banda Aceh, kongkow-kongkow dengan seniman lain, atau mungkin langsung ke Rex, tempat ia menjadi tukang parkir. « Read the rest of this entry »

Nyanyian Sunyi Kardy Syaid

28/06/2009 § 1 Komentar

Bagi generasi terbaru kepenyairan dan kesenian di Aceh, boleh jadi nama Kardy Syaid tidak dikenal. Maklum, ia memang angkatan lama. Sebelum hijrah ke Jakarta pada 1982, ia memimpin Federasi Teater Aceh. Ia juga pendiri sekaligus memimpin Teater Kuala dan Teater Aremba, Banda Aceh.

Nama aslinya Fachrurazi Syaid, berdarah Aceh-Minang, lahir di Pariaman pada 11 Desember 1956. Alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) pada 1980 ini hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah pada STIA LAN dan lulus pada 1986. Disela-sela itu, ia juga kuliah di Fakultas Film & Televisi Institut Kesenian Jakarta. Kini memimpin sebuah PH dan sekolah akting Aksineas di Jakarta. « Read the rest of this entry »

Malam dan Kopi Din Saja

23/06/2009 § Tinggalkan komentar

klik jurnal sastra alternatif

Sejumlah teman suka mengirim puisi lewat pesan singkat (SMS). Adakalanya, puisi itu langsung saya baca. Namun terkadang, karena keadaan tertentu, puisi itu saya simpan dulu. Salah seorang teman penyair yang kerap mengirimkan puisi lewat SMS itu adalah Din Saja. Berikut dua puisinya yang dikirim dalam waktu terpisah. « Read the rest of this entry »

KUNANG-KUNANG

11/05/2009 § 1 Komentar

Sajak Mustafa Ismail
Sumber: Kompas, Minggu 10 Mei 2009

maafkan aku bila pada satu sore aku
menemukanmu dalam gelas kopi dan meminumnya

stasiun tugu dan kali code memang telah jauh
tapi aku takut kau makin dekat,

masuk dalam darah dan menjadi kunang-kunang
di tengah padang « Read the rest of this entry »

Cerita untuk Ibu

22/12/2008 § 4 Komentar

Mustafa Ismail

sajakmustafaismail

aku menulis kesedihan dalam bis yang bergerak
kota mengajari aku menemukan air mata
tiap saat mesti dipahami dengan kekekalan cinta « Read the rest of this entry »

Jalan Pulang

08/12/2008 § Tinggalkan komentar

Puisi: Mustafa Ismail

aku tak lagi menemukanmu, jalanan menjadi
kubangan, kita merangkak meraih-raih tujuan

kaukah yang menyembunyikan peta itu, menggantikan
dengan kaleng-kaleng bekas, penanda setiap kenangan
di jalan orang-orang mondar-mandir dan saling
menadahkan tangan, mereka lupa jalan pulang.

kaukah yang menyembunyikan kitab dan ayat-ayat suci
tempat kau bercermin sendiri. « Read the rest of this entry »

Malioboro

20/11/2008 § 1 Komentar

Sajak: Mustafa Ismail

tembi.org
di manakah kau menyimpan kenangan?

kita bersenandung di jalan, menembus malam,
menulis huruf di telapak tangan,
di atas becak yang melaju, di antara suara fals
bibirmu: kita satu! « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Puisi category at .

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.