TARIAN CERMIN

April 15th, 2007 § 2 Komentar

mari menatap dalam gigil malam
pertengkaran terus berlangsung
kita terperosok dalam kekalahan
telanjang dan saling menatap
saling mentertawakan

tubuh kita belepotan
meniupkan wangi embun
berputar hebat menembus kabut
kita sunyi alam lingkaran musim
seperti bocah-bocah malu-malu
menatap wajah di depan cermin

kita tunda berangkat sementara
masuk kembali, menari tanpa berhenti
kita tunda bunuh diri.

Banda Aceh, 6 Mei 1996

Simak Puisi-puisi lain dalam kumpulan “Tarian Cermin” di:

tariancermin.wordpress.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.