Senja-Senja Brasilia
Juli 29th, 2008 § 2 Komentar
![]()
Ini cerita dari seorang pengarang Malaysia. Cukup memikat. Sayangnya, tidak jelas siapa nama pengarangnya. Tampaknya, Utusan Online, sebuah media di Malaysia, lupa mencantumkan nama pengarang cerita ini. Cerita ini saya suguhkan di sini untuk memperkaya bacaan kita dengan dunia sastra negeri tetangga. « Read the rest of this entry »
Kesusastraan Melayu: Jalan ke Danau Berkilau (2-Habis)
Juli 12th, 2008 § Tinggalkan sebuah Komentar
Oleh Dato Dr. KEMALA, Sarjana Tamu Fakulti Bahasa Modern dan Komunikasi Universiti Putra Malaysia. Email: akmaljiwa@yahoo. com
Abdul Samad Said, Shahnon Ahmad dan Arena Wati: Ketegaran Cerita Pendek dan Novel Melayu Malaysia
Selepas Keris Mas, A.Samad Said, Shahnon Ahmad dan Arena Wati dapat dianggap menjulangkan pencapaian novel Melayu mutakhir. A. Teeuw pernah menamakan novel Salina oleh A.Samad Said dan Lingkaran oleh Arena Wati mencapai tingkat internasional. A. Teeuw dalam sebuah prasarannya di Universiti Malaya pada awal 1960-an memberikan kritiknya yang tajam terhadap prosa Angkatan 50 yang diketuai oleh Keris Mas sebagai cerita yang ditangkap oleh kamera murah (cine camera). « Read the rest of this entry »
Kesusastraan Melayu: Jalan Ke Danau Berkilau (1)
Juli 11th, 2008 § 1 Komentar
Pesta Penyair Nusantara 2008 (Sempena The 2nd Kediri Internasional Poetry Gathering) di Kediri, Jawa Timur, belum lama usai. Acara yang berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli 2008 itu menampilkan beragam kegiatan sastra, mulai dari baca puisi, seminar sastra, dan musyawarah penyair Nusantara. Untuk seminar menampilkan sejumlah pembicara dengan beragam topik. Salah seorang diantara pembicara itu adalah Dato Dr Kemala dari Malaysia.
Dua hari lalu, Dato Kemala memposting kertas kerjanya untuk seminar itu di milis Zikir Group yang dikelolanya. « Read the rest of this entry »
Cerpen dari Malaysia: Ketika Kirmizi Senja Bermanja
Juni 13th, 2008 § Tinggalkan sebuah Komentar
Mari sebentar kita tengok ke negeri tetangga, bertamasya sastra ke Malaysia…
Pagi ini, ketika membuka-buka halaman web Berita Harian (Malaysia), saya menemukan sebuah cerpen yang judulnya cukup menggoda “Ketika Kirmizi Senja Bermanja”. Cerpen ini ditulis oleh WB Rendra, nama pena Wahyu Budiwa Rendra A.Wahid. Isinya? Wah, lebih baik saya tidak berkomentar. Silakan baca sendiri saja. « Read the rest of this entry »
Kayu Bersurat
Mei 29th, 2007 § Tinggalkan sebuah Komentar
Cerpen Prof. Madya Dr. Siti Zainon Ismail
Sumber: Kakiseni.com, 16 Juli 2002
“Tiap-tiap sesuatu akan binasa melainkan ZatNya. BagiNyalah kuasa memutuskan segala hukum. KepadaNyalah kamu semua akan dikembalikan.” (Al-Quran, XXV111, 88)
“KAYU BERSURAT?”
“Hem, yaa…kayu bersurat!”
“Bukan batu bersurat?”
Prof. Mike Houtman memang hampir tidak percaya apabila Dr. Aqran bercakap tentang kayu bersurat, bukan batu bersurat. Ah, dia sudah hampir 25 tahun mengkaji dan menganalisis batu bersurat. Dari lembah Krueng Raya menyusup ke kaki Gunung Suelawah; memang jenis itu sudah hampir pupus. Hanya tinggalan sisa lampau. Tidak ada lagi bengkel yang menyedia, membentuk dan mengukir kaligrafi di permukakan batu tiga dimensi itu lagi. Kini hanya kelihatan batu-batu gondol tanpa ukiran tanpa sentuhan pengukir. Memang asalnya itu barang import. « Read the rest of this entry »