………..jalansetapak journal

Ayi Jufridar dan Sahabat Sabariah

FOTO: FLICKR.COM
Sebelumnya, saya sudah sempat membaca cerpen itu: Sahabat Sabariah, yang dimuat di Harian Jurnal Nasional edisi Minggu, 15 Juni lalu. Itu jauh sebelum koran itu memuatnya. Saya membacanya bukan di koran, tapi di email. Maret lalu, Ayi mengirim cerpen itu ke saya dan beberapa teman lainnya dengan subject: “Tolong Kritisi”. Tapi, belum sempat saya beri komentar, cerpen itu sudah dimuat di Jurnal Nasional. Read the rest of this entry »

Filed under: Biografi Sastrawan, Karya Rekan

“Ajak Aku Melihat Kunang-kunang di Aceh”

Suatu siang, Februari 2008 lalu, sebuah pesan singkat mampir di ponselku, isinya: “Ajak aku melihat kunang-kunang di Aceh.” Terdiam sejenak, aku langsung tahu maksud si pengirim SMS itu. Ia pasti sedang, atau sudah, membaca sebuah cerpenku berjudul Ajak Aku Melihat Kunang-kunang. Aku mengingat-ingat, kemana cerpen itu pernah kukirim. Ternyata, cerpen itu kukirim ke Suara Pembaruan dan pekan itu dimuat di edisi Minggu.

Pengirim SMS itu adalah seseorang yang banyak menulis puisi. Namanya Mutia Sukma. Penyair ini lahir di Yogyakarta pada 1988 dari ibu asal Jatim dan ayah dari Aceh. Dalam beberapa SMS, ia mengatakan ingin sekali pulang ke Aceh dan belum kesampaian. “Sungguh mati aku ingin mengenal kampung mama dan kampung papa,” tulis Sukma dalam blognya. Read the rest of this entry »

Filed under: Karya Rekan

Menjadi Penyair Lagi Acep Zamzam Noor

Buku kumpulan puisi “Menjadi Penyair Lagi”  karya Acep Zamzam Noor terpilih sebagai buku puisi terbaik Khatulistiwa Literary Award yang diumumkan pada 18 Januari lalu di Plaza Senayan Jakarta. Berikut adalah beberapa puisi Acep dari buku tersebut, termasuk puisi yang menjadi judul buku itu yakni Menjadi Penyair Lagi. Puisi-puisi ini saya kutip dari Jurnal Nasional yang memuatnya pada edisi Minggu 27 Januari 2008.  Silakan dinikmati.  Read the rest of this entry »

Filed under: Karya Rekan

Cerita-cerita Super Pendek Saiful Bahri

Saiful Bahri adalah salah sastrawan muda Aceh. Selain menulis cerpen, ia juga menulis novel dan yang sudah terbit antara lain “Terbuai Mimpi” (Balai Pustaka, 1994), dan “Sang Gila ” (2005). Cerpennya, selain dimuat di berbagai media cetak, juga terpencar dan sejumlah buku antologi bersama. Sehari-hari, sarjana ilmu politik dari Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta itu bekerja sebagai salah seorang pegawai negeri di Banda Aceh.

Silakan simak cerpen-cerpen super pendeknya berikut ini…… Read the rest of this entry »

Filed under: Karya Rekan

Gadis Pemetik Jamur

Cerpen Yetti A KA

Sumber: Media Indonesia, Minggu 20 Mei 2007

IA gadis pemetik jamur. Hampir setiap pagi ia berada di tengah kebun kopi, menyingkap kabut, mencium aroma bunga kopi dan bau daun-daun membusuk, mencari jamur di batang-batang kayu lapuk dan basah, memilih jamur yang tidak beracun sebelum dipetik (jamur yang dimakan ulat biasanya tidak mengandung racun). Menjelang pukul delapan ia pun sudah membawa pulang sekeranjang jamur untuk dimasak bening, ditumis, disantan, atau dipepes ibunya-ah bukan ibu, melainkan ibu tiri atau lebih tepat bibinya. Setelah itu masakan jamur bibinya sudah terhidang di samping nasi hangat, lalapan timun atau kol, sambal cabe rawit tomat panggang, dilengkapi kerupuk jalin; menu pagi hari yang sangat digemari orang-orang yang biasa tinggal di perkebunan kopi itu, di alam yang memiliki curah hujan cukup tinggi sepanjang tahun, tempat bermacam-macam jamur tumbuh tiada henti-henti. Read the rest of this entry »

Filed under: Karya Rekan

Amarah Kerbau

Cerpen : Saiful Bahri

Sumber: Serambi Indonesia, Minggu 20 Mei 2007

Ini pertama dalam sejarah. Sebuah cerpen dimuat di ruang opini. Memang, koran itu, Serambi Indonesia, sejak pasca tsunami tidak lagi punya ruang budaya yang menampung karya-karya para sastrawan di Aceh. Banyak pihak, terutama seniman terus mendorong agar koran itu membuka ruang sastra-budaya, tapi belum berhasil. Mudah-mudahan, dimuatnya cerpen Saiful Bahri, sebuah cerpenis yang berkarakter kuat dari Aceh ini, bisa menjadi awal lahirnya ruang budaya di Serambi Indonesia. Silakan simak cerpen berjudul “Arah Kerbau” itu. Read the rest of this entry »

Filed under: Karya Rekan

Beberapa Celana Joko Pinurbo

Sumber: mata-senja.blogspot.com/2007/02/celana-celana-joko-pinurbo.html

CELANA, 1

Ia ingin membeli celana barubuat pergi ke pesta supaya tampak lebih tampan dan meyakinkan. Ia telah mencoba seratus model celana di berbagai toko busana namun tak menemukan satu punyang cocok untuknya.
Bahkan di depan pramuniaga yang merubung dan membujuk-bujuknya ia malah mencopot celananya sendiri dan mencampakkannya.
“Kalian tidak tahu ya aku sedang mencari celana yang paling pas dan pantas buat nampang di kuburan.”
Lalu ia ngacir tanpa celana dan berkelana mencari kubur ibunya hanya untuk menanyakan, “Ibu, kausimpan di mana celana lucu yang kupakai waktu bayi dulu?”
1996

Simak puisi-puisi selanjutnya……………… Read the rest of this entry »

Filed under: Karya Rekan

Riwayat Senja Dianing W Yudhistira

Sumber: Republika, Minggu, 20 Juni 2004

RIWAYAT SENJA

Senja melepuh di kotamu
seperti warna matahari yang tercerai
dan aku selalu menunggu
seperti kesetiaan embun merawat pagi

Biarpun kota telah telanjang
Malam mengeliat gelisah
dan cicit kelelawar membangunkan alpa
Aku tak pernah lelah mencarimu

Depok, Juni 2003

Simak sajak-sajak lainnya …………… Read the rest of this entry »

Filed under: Karya Rekan

Sajak-sajak Nirwan Dewanto

Sumber: Kompas, Minggu, 11 Februari 2007

Gong

Tengah kami cerna hamparan abu yang meluas hingga ke Prabalingga ketika kau datang tiba-tiba. Menyuapkan sebilah anak kunci ke mulutku kau berkata, “Aku pandai membuka semua pintu. Jangan lagi lari dariku.” Waktu kaulepaskan gaunmu tahulah kami bahwa tubuhmu masih setengah-matang. Tapi aku tak lagi bisa tertawa sebab baru saja kami kuburkan sang panakawan di antara batang-batang pisang.

Read the rest of this entry »

Filed under: Karya Rekan

dianing widya yudhistira

INFO BUKU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Ditulis oleh novelis yang karyanya (Sintren) masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo dan di toko-toko buku online.

jaringanblogsastra-ok
Blog Penyair Aceh J Kamal Farza

KOMENTAR TERBARU

JUMLAH PENGUNJUNG

  • 91,960 hits

GUDANG TULISAN

Google Ranking Blog Ini

Search Engine Optimization
DIANING WIDYA YUDHISTIRA

PEMANGKU BLOG

MAU TAHU INFO TAGIHAN TELPON DAN LISTRIK? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI:

klik disini

klik disini untuk info tagihan listrik
http://novelweton.co.cc
Mempertanyakan Weton

Judul Buku: Weton (Bukan Salah Hari)

Penulis: Dianing Widya Yudhistira

Penerbit: Grasindo, 2009

Dalam masyarakat Jawa, weton adalah sesuatu yang berkaitan dengan hari lahir. Setiap nama hari (Senin-Minggu) dalam kalender Jawa memiliki pasangannya, yakni Wage, Pon, Legi, Kliwon, dan Pahing. Dalam sejumlah peristiwa sosial, weton memegang peranan penting. Misalnya soal perkawinan. Jika seseorang menikah dengan pasangan yang hari lahirnya secara weton tidak bagus, dipercaya ia akan menemui banyak masalah dalam keluarga nanti.

Novel terbaru karya Dianing Widya Yudhistira ini dengan baik mengangkat persoalan itu. Ada tokoh-tokoh yang menikah dengan weton yang tidak cocok, yang kemudian berakibat buruk. Tapi tidak semua orang percaya pada weton. Novel ini menyajikan pertentangan itu: antara yang percaya dan yang tidak. Dan bagi yang tidak percaya, tentu, ada konsekuensinya. Apa itu? Inilah yang dijawab satu per satu dalam novel ini.

Ini novel keempat Dianing, yang juga dikenal sebagai penyair dan penulis cerpen. Novel pertamanya, Sintren (Grasindo, 2007), juga mengangkat persoalan lokal di Jawa, yakni tari Sintren, dan masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award 2007. Novel lainnya, Perempuan Mencari Tuhan (Republika, 2007) dan Nawang (Republika, 2009). l DODY

Sumber: Koran Tempo, 18 Oktober 2009

-----------
Buku ini sudah bisa diperoleh di toko-toko buku Gramedia dan toko buku lain, juga di toko buku online seperti http://www.bukabuku.com, http://www.dinamikaebooks.com, http://bukukita.com, dan lain-lain. Bisa pula langsung ke penerbit Grasindo di http://www.grasindo.co.id. Untuk mengetahui lebih jauh tentang novel ini atau proses kreatif penulisannya silakan mengunjungi web http://novelweton.co.cc