Ayi Jufridar dan Sahabat Sabariah

Juni 17th, 2008 § 3 Komentar

FOTO: FLICKR.COM
Sebelumnya, saya sudah sempat membaca cerpen itu: Sahabat Sabariah, yang dimuat di Harian Jurnal Nasional edisi Minggu, 15 Juni lalu. Itu jauh sebelum koran itu memuatnya. Saya membacanya bukan di koran, tapi di email. Maret lalu, Ayi mengirim cerpen itu ke saya dan beberapa teman lainnya dengan subject: “Tolong Kritisi”. Tapi, belum sempat saya beri komentar, cerpen itu sudah dimuat di Jurnal Nasional. « Read the rest of this entry »

“Ajak Aku Melihat Kunang-kunang di Aceh”

Juni 5th, 2008 § 2 Komentar

Suatu siang, Februari 2008 lalu, sebuah pesan singkat mampir di ponselku, isinya: “Ajak aku melihat kunang-kunang di Aceh.” Terdiam sejenak, aku langsung tahu maksud si pengirim SMS itu. Ia pasti sedang, atau sudah, membaca sebuah cerpenku berjudul Ajak Aku Melihat Kunang-kunang. Aku mengingat-ingat, kemana cerpen itu pernah kukirim. Ternyata, cerpen itu kukirim ke Suara Pembaruan dan pekan itu dimuat di edisi Minggu.

Pengirim SMS itu adalah seseorang yang banyak menulis puisi. Namanya Mutia Sukma. Penyair ini lahir di Yogyakarta pada 1988 dari ibu asal Jatim dan ayah dari Aceh. Dalam beberapa SMS, ia mengatakan ingin sekali pulang ke Aceh dan belum kesampaian. “Sungguh mati aku ingin mengenal kampung mama dan kampung papa,” tulis Sukma dalam blognya. « Read the rest of this entry »

Menjadi Penyair Lagi Acep Zamzam Noor

Januari 28th, 2008 § 14 Komentar

Buku kumpulan puisi “Menjadi Penyair Lagi”  karya Acep Zamzam Noor terpilih sebagai buku puisi terbaik Khatulistiwa Literary Award yang diumumkan pada 18 Januari lalu di Plaza Senayan Jakarta. Berikut adalah beberapa puisi Acep dari buku tersebut, termasuk puisi yang menjadi judul buku itu yakni Menjadi Penyair Lagi. Puisi-puisi ini saya kutip dari Jurnal Nasional yang memuatnya pada edisi Minggu 27 Januari 2008.  Silakan dinikmati.  « Read the rest of this entry »

Cerita-cerita Super Pendek Saiful Bahri

Juli 2nd, 2007 § 10 Komentar

Saiful Bahri adalah salah sastrawan muda Aceh. Selain menulis cerpen, ia juga menulis novel dan yang sudah terbit antara lain “Terbuai Mimpi” (Balai Pustaka, 1994), dan “Sang Gila ” (2005). Cerpennya, selain dimuat di berbagai media cetak, juga terpencar dan sejumlah buku antologi bersama. Sehari-hari, sarjana ilmu politik dari Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta itu bekerja sebagai salah seorang pegawai negeri di Banda Aceh.

Silakan simak cerpen-cerpen super pendeknya berikut ini…… « Read the rest of this entry »

Gadis Pemetik Jamur

Mei 24th, 2007 § Tinggalkan sebuah Komentar

Cerpen Yetti A KA

Sumber: Media Indonesia, Minggu 20 Mei 2007

IA gadis pemetik jamur. Hampir setiap pagi ia berada di tengah kebun kopi, menyingkap kabut, mencium aroma bunga kopi dan bau daun-daun membusuk, mencari jamur di batang-batang kayu lapuk dan basah, memilih jamur yang tidak beracun sebelum dipetik (jamur yang dimakan ulat biasanya tidak mengandung racun). Menjelang pukul delapan ia pun sudah membawa pulang sekeranjang jamur untuk dimasak bening, ditumis, disantan, atau dipepes ibunya-ah bukan ibu, melainkan ibu tiri atau lebih tepat bibinya. Setelah itu masakan jamur bibinya sudah terhidang di samping nasi hangat, lalapan timun atau kol, sambal cabe rawit tomat panggang, dilengkapi kerupuk jalin; menu pagi hari yang sangat digemari orang-orang yang biasa tinggal di perkebunan kopi itu, di alam yang memiliki curah hujan cukup tinggi sepanjang tahun, tempat bermacam-macam jamur tumbuh tiada henti-henti. « Read the rest of this entry »

Di mana saya?

Anda sedang menelusuri kategori Karya Rekan pada .

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.