Posts filed under 'Biografi Sastrawan'

Tamasya Bersama Puisi Sapardi

Sapardi Joko Damono-poster baca puisi Sapardi Djoko Damono adalah penyair terdepan yang mengusung lirisme. Puisi-puisinya ‘menghanyutkan’ sejumlah penyair muda sehingga ikut terbawa oleh arus puisinya. Memang, dalam arus lirisme, sajak-sajak penyair kelahiran Surakarta pada 20 Maret 1940 adalah gelombang besar. Ia bisa ‘menghanyutkan’ siapa saja. Dalam kesempatan ini, saya ingin menyuguhkan sejumlah puisi Sapardi yang terkumpul dalam kumpulan sajak “Perahu Kertas” (1982). (lagi…)

4 comments 31/07/2008

Puisi Beni Setia

ukliterarybiennale.com

Beni Setia lahir di Bandung, 1954. Ia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Menengah Pertanian Atas, Soreang, Bandung pada 1974. Ia menulis cerpen, puisi, serta esai sosial-budaya baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda. Bukunya yang telah terbit, Legiun Asing: Tiga Kumpulan Sajak (1987), Dinamika Gerak (1990), dan Harendong (1996). Kini ia tinggal bersama keluarganya di Caruban, Madiun, Jawa Timur. (lagi…)

Add comment 27/07/2008

Zab Bransah, Deny Pasla, dan Lain-lain (3)

Saya memang punya kedekatan khusus dengan Sanggar Cempala Karya. Tapi, saya bukan anggota, dan tak tercatat sebagai apa pun di sanggar itu. Saya mengenal semua anggota sanggar itu, dan kerap diajak kalau mereka sedang latihan alam. Bahkan, terkadang, saya ikut membantu mereka. Kebetulan, saya juga pekerja teater (belakangan menarik diri dari teater dan memposisikan diri sebagai penulis pertunjukan teater di koran Serambi Indonesia).

Kebanyakan anggota sangar itu adalah penggiat sastra. Selain Sulaiman Juned, Deny Pasla, Ansor Tambunan, Zab Bransah, juga ada Win Gemade. Baiklah, sekarang saya ingin cerita tentang Win Gemade. Win lahir di Takengon, Aceh Tengah, 1 Desember 1967. Ia mulai giat bersastra sejak 1987, ya lebih duluan dari saya. Ia banyak menulis puisi untuk koran Aceh dan Medan. (lagi…)

Add comment 07/07/2008

Zab Bransah, Deny Pasla, dan Lain-lain (2)

deny pasla
Beberapa jam kemudian, Deny baru membalas SMS saya. “Ada acara apa?” Saya pun menjawab bahwa saya, bersama seorang teman, sedang meneliti tentang Islam di Peureulak. Selama ini, yang tercatat di buku-buku sejarah, Islam tertua di Nusantara itu di Pasai. Rupanya, belakangan, muncul keyakinan baru yang diperkuat oleh sebuah seminar bertaraf internasional di Kuala Simpang pada 1980 yang menyatakan bahwa Islam tertua itu di Peureulak. (lagi…)

Add comment 05/07/2008

Zab Bransah, Deny Pasla, dan Lain-lain (1)

zab bransah
Dalam perjalanan dengan mobil rental dari Bandara Polonia, Medan, ke Langsa, Aceh Timur, Sabtu (28/6/2008), saya menulis SMS untuk Deny Pasla dan Zab Bransah. Isinya sama: “Penyair, adakah puisi baru yang telah dan akan lahir?” Saya tidak memberitahu bahwa saya sedang menuju ke kota mereka. Saya ingin memberi kejutan.

Zab segera membalas. “Ada. Siapa ini?” Wah, tampaknya Zab tidak membaca lebih lengkap pesan singkat saya. (lagi…)

2 comments 04/07/2008

Yang Baca Puisi di Foto Banner

Boleh jadi, Anda bertanya-tanya, siapakah lelaki tua sedang memegang mikrophone yang tampak dalam foto banner blog ini selama seminggu ini. Baiklah, sebelum menguak siapa lelaki itu, saya ingin bercerita sedikit tentang sesuatu. Ini cerita lama, alias haba jameun. Suatu kali, ketika mengikuti mata kuliah Ilmu Budaya Dasar di kampus saya (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia — STIEI Banda Aceh, pada akhir 1980-an), dosen yang mengasuh mata kuliah itu bercerita tentang seorang tukang parkir yang ternyata adalah sastrawan. Profilnya dimuat di Kompas dan oleh koran itu dijuluki “Presiden Rex”. (Teman-teman yang masih punya kliping tulisan itu, boleh dong berbagi dengan saya). (lagi…)

4 comments 22/06/2008

Ayi Jufridar dan Sahabat Sabariah

FOTO: FLICKR.COM
Sebelumnya, saya sudah sempat membaca cerpen itu: Sahabat Sabariah, yang dimuat di Harian Jurnal Nasional edisi Minggu, 15 Juni lalu. Itu jauh sebelum koran itu memuatnya. Saya membacanya bukan di koran, tapi di email. Maret lalu, Ayi mengirim cerpen itu ke saya dan beberapa teman lainnya dengan subject: “Tolong Kritisi”. Tapi, belum sempat saya beri komentar, cerpen itu sudah dimuat di Jurnal Nasional. (lagi…)

3 comments 17/06/2008

Isbedy Stiawan ZS

Isbedy Stiawan ZS lahir di Tanjungkarang, Lampung pada 5 Juni 1958 dan hingga kini masih menetap di kota yang sama. Ia anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Zakirin Senet (alm) bersuku Bengkulu dan Ratminah (Winduaji, Sindanglaut, Cirebon). Ia memiliki lima anak dan dua cucu, buah perkawinan dengan istri tercinta, Adibah Jalili. Menjadi pengarang adalah pilihan hidupnya. Selain menulis karya sastra (cerpen, puisi, esai sastra), kini aktif di Dewan Kesenian Lampung dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lampung.

Add comment 07/05/2008

Nirwan Dewanto

Sumber: Pena Kencana

Nirwan Dewanto berkhidmat sebagai editor untuk jurnal kebudayaan Kalam dan lembar sastra Koran Tempo Minggu. Ia lebih suka menyebut dirinya sekadar penulis belaka, writer, yang mengamalkan berbagai jenis sastra. Pada tahun 2007, ia menjadi penyunting-pemilih untuk Ripin: Cerpen Kompas Pilihan 2005-2006 dan Lima Pusaran: Bunga Rampai Puisi Festival Seni Surabaya 2007; ia juga tampil sebagai penceramah pada Documenta XII di Kassel, Jerman, dan menjadi peserta pada International Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat.

Add comment 07/04/2008

Sulaiman Tripa

SULAIMAN TRIPA, lahir di Panteraja (Aceh), 2 April 1976. Menyelesaikan studi di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Pernah bergabung dengan Surat Kabar Kampus Warta Unsyiah, Tabloid Komunitas Tambo dan Susema, serta Tabloid Media Kutaradja, Banda Aceh.

Sepanjang 1999-2003, aktif di lembaga swadaya masyarakat antikorupsi, lingkungan hidup pesisir, kemanusiaan, dan gerakan kebudayaan. Mengelola diskusi sabtu sore –sebuah kelompok metamorfosa institut yang difasilitasi Komunitas Tikar Pandan (sampai Juni 2004). Sempat mengabdi di Komite Sastra De wan Kesenian Banda Aceh (DKB). (lagi…)

Add comment 07/04/2008

Previous Posts


INFO BUKU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Ditulis oleh novelis yang karyanya (Sintren) masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo dan di toko-toko buku online.

TERBANYAK DIBACA

Kategori

jaringanblogsastra-ok
Blog Penyair Aceh J Kamal Farza

KOMENTAR TERBARU

JUMLAH PENGUNJUNG

GUDANG TULISAN

Google Ranking Blog Ini

Search Engine Optimization

MEDIA

DIANING WIDYA YUDHISTIRA

PEMANGKU BLOG