………..jalansetapak journal

Kereta Kencana Rendra di TIM

Beberapa hari lalu, saya menerima pesan singkat dari seorang teman penulis, Yanthi Razali. Isinya: “Drama Kereta Kencana karya Rendra di Graha Bhakti Budaya TIM, Kamis 26 Nov jam 19.30, sutradara Putu Wijaya, pemeran Ikranegara, Niniek L. Karim. Gratis.”

Saya belum ngecek, apakah pertunjukan ini memang gratis. Yang jelas, di Taman Ismail Marzuki pada 22-28 November 2009 memang diadakan Festival Rendra. Salah satu mata acaranya adalah pertunjukan Kereta Kencana itu. Acara ini diadakan oleh PKJ-Taman Ismail Marzuki dan Dewan Kesenian Jakarta. Read the rest of this entry »

Filed under: Agenda Budaya, Berita Budaya

Lomba Puisi-Prosaik Krakatau Diperpanjang

Beberapa waktu lalu, saya menerima SMS dari penyair Yogyakarta Mutia Sukma. Isinya: “Lomba cipta puisi-prosaik Krakatau Award 2009 diperpanjang smpi 30 nov 09 (cap pos). Tema prwsta n budaya lmpung. Krim nskh rangkap 4 ke Panitia Krakatau Award 2009, Dewan Kesenian Lampung, Kompleks GOR Sumpah Pemuda, Way Halim-Bandar Lampung.”

Tadinya, deadline pengiriman naskah adalah 2 Oktober 2009. Dalam penjelasan panitia yang dirilis beberapa media menyebutkan: peserta maksimal mengirim tiga naskah puisi-prosaik dalam bentuk print out rangkap empat karya asli, bukan jiplakan tidak sedang diikutsertakan pada perlombaan lain, dan tidak pernah dipublikasikan. Persyaratan lain? Read the rest of this entry »

Filed under: Agenda Budaya, Berita Budaya

Khatulistiwa Award untuk F Rahardi

Tadi malam (Selasa, 10 November 2009), ada sejumlah acara. Ada pengumuman Khatulistiwa Literary Award di Plaza Senayan, pidato kebudayaan oleh Ignas Klenden di Graha Bhakti Budaya di TIM, pentas teater “Bunga Semerah Darah” karya Rendra untuk mengenang sang tokoh itu oleh Teater Tanah Air pimpinan Jose Rizal Manua, terus ada satu lagi pemutaran perdana film Emak Ingin Naik Haji. Semua acara itu, tentu saja, menggoda.

Tapi, tentu tidak mungkin menghadiri semua acara dalam waktu bersamaan. AKhirnya, aku memilih ke TIM bersama seorang teman kantor. Kami berangkat sekitar pukul tujuh kurang sedikit, dengan harapan begitu sampai kawasan Sudirman sudah tidak lagi terkena “3 in 1″. Lagi pula, menurut pengalamanku selama ini, berangkat lebih awal atau berangkat pukul tujuh, toh sama saja sampainya. Bagaimana bisa? Read the rest of this entry »

Filed under: Berita Budaya, Catatan Ringan

Khatulistiwa Award Sebentar Lagi Diumumkan

Dengar kabar — mudah-mudahan tidak ada perubahan — pemenang penghargaan sastra Khatulistiwa Literary Award 2009 akan diumumkan pada 10 Nopember 2009. Upacara pengumuman, seperti tahun-tahun sebelumnya, diadakan di Plaza Senayan, Jakarta. Nah, siapakah yang jadi pemenang?

Jika mau menebak-nebak, tentu berdasarkan pembacaan, silakan saja. Ini dia karya-karya yang masuk lima besar, yang kemudian dipilih masing-masing satu untuk dimenangkan. Untuk kategori prosa ada Meredam Dendam (Novel Gerson Poyk), Sutasoma (Novel Cok Sawitri), Read the rest of this entry »

Filed under: Agenda Budaya, Berita Budaya

Khatulistiwa Award Lagi

Khatulistiwa Literary Award telah merilis daftar panjang (10 besar) karya yang sedang dijaring untuk dipilih masing-masing satu pemenang. Seperti sebelumnya, kali ini juga menyuguhkan tiga kategori: puisi, prosa, dan pengarang muda berbakat. Nama-nama calon pemenang itu diumumkan di blog Khatulistiwa Literary Award.

Namun, ada yang mengejutkan. Nama-nama nominasi pengarang berbakat kemudian diralat. “Ini dikarenakan kesalahan teknis yang menyangkut data para peserta yang masuk kategori Penulis Muda Berbakat (yaitu harus karya fiksi yang pertama kali diterbitkan dan penulis berusia maksimal 30 tahun). Kami akan umumkan hasil RALAT secepatnya setelah diproses oleh para Juri,” tulis panitia dalam blog itu. Read the rest of this entry »

Filed under: Berita Budaya

Sastrawan Luar Negeri Baca Puisi di PKA

JAKARTA – Seniman dari Austria, Werner Schulze, telah memastikan hadir dan tampil dalam acara pembacaan puisi “Panggung Sastra Perahu” di Krueng Aceh dalam rangka Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 5, 2-11 Agustus 2009 mendatang. Kepastian kehadiran sastrawan Austria tersebut disampaikan dalam surat balasan kepada panitia PKA.

“Pak Werner akan berada di Banda Aceh selama tiga hari,” kata Mustafa Ismail, representatif panitia PKA di Jakarta, Minggu. Werner Schulze adalah seorang seniman musik dan guru besar pada University of Music and Dramatic Arts Vienna (Internationales Harmonik-Zentrum). Read the rest of this entry »

Filed under: Berita Budaya

Mewujudkan Impian Nawang

Novel Nawang

Nawang adalah sebuah novel yang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Menurut Nawang, perempuan tak sekedar pelengkap dalam rumah tangga. Read the rest of this entry »

Filed under: Berita Budaya

Wagub: PKA Berbeda dengan Pameran Pembangunan

Sumber: Serambi Indonesia, 27 April 2009

JAKARTA – Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar menegaskan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 2-11 Agustus 2009 harus berbeda dengan kegiatan Pameran Pembangunan. “PKA adalah perhelatan budaya, tidak sama dengan pameran pembangunan. PKA diharapkan benar-benar mampu memperlihatkan khasanah kebudayaan Aceh pasca konflik dan tsunami,” ujar Wagub menjawab Serambi, Sabtu di Jakarta.

Wagub sependapat bahwa PKA 2009 menampilkan pertautan Aceh dengan bangsa-bangsa lain, baik regional maupun internasional dengan mengundang delegasi seni dari daerah-daerah yang dimaksud. Ia mencontohkan, Aceh memiliki kaitan dengan Demak, Banten, Jayakarta (Jakarta) dan lain-lain. Read the rest of this entry »

Filed under: Berita Budaya

PKA V Mengembalikan Aceh ke Panggung Dunia

Sumber: Harian Serambi Indonesia, Senin 20 April 2009

JAKARTA — Pekan Kebudayaan Aceh (PKA-V) yang dijadwalkan berlangsung 2-11 Agustus 2009 diharapkan selain tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi, juga memperlihatkan realitas Aceh masa kini pasca konflik dan tsunami, serta memiliki orientasi masa depan dalam rangka mengembalikan Aceh ke panggung dunia. Demikian rangkuman pendapat seniman Aceh Jakarta dalam sebuah diskusi terbatas di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (18/4).

Diskusi tersebut dihadiri seniman teater Agus Nur Amal, koreografer alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Asnawi Abdullah, penyair Mustafa Ismail, Ahmad Mauladi dari Morenk Organizer, dosen IKJ Marzuki Hasan, dan penyair Fikar W.Eda. Diskusi tersebut khusus menyikapi rencana pelaksanaan PKA V yang dipandu pengamat teater Indonesia Arie F Batubara. Read the rest of this entry »

Filed under: Berita Budaya

Geunteut

Mustafa Ismail, Wartawan Tempo

Sumber: Koran Tempo, Kamis 16 April 2009
[ http://epaper.korantempo.com ]

Ketika kecil, di kampung saya di Aceh, saya sering takut terhadap beragam makhluk halus yang seram. Salah satunya adalah geunteut. Makhluk ini digambarkan sebagai sosok yang tinggi besar. Ia suka mengambil seseorang, lalu menempatkannya di sebuah tempat yang sulit kadang dijangkau, misalnya, di tengah perdu bambu dan di atas pohon.

Dikisahkan, orang yang diambil oleh geunteut akan merasa seperti berjalan di sebuah jalan yang bagus sekali, bahkan seperti melayang. Namun, ketika sadar, ia telah berada di suatu tempat. Ada pesan dari orang-orang tua kepada anak-anak kecil: kalau berjalan malam-malam, sering-sering meraba rambut. Karena diyakini, geunteut membawa korbannya dengan memegangnya pada rambut. Read the rest of this entry »

Filed under: Berita Budaya, Catatan Ringan

dianing widya yudhistira

INFO BUKU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Ditulis oleh novelis yang karyanya (Sintren) masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo dan di toko-toko buku online.

jaringanblogsastra-ok
Blog Penyair Aceh J Kamal Farza

KOMENTAR TERBARU

JUMLAH PENGUNJUNG

  • 91,960 hits

GUDANG TULISAN

Google Ranking Blog Ini

Search Engine Optimization
DIANING WIDYA YUDHISTIRA

PEMANGKU BLOG

MAU TAHU INFO TAGIHAN TELPON DAN LISTRIK? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI:

klik disini

klik disini untuk info tagihan listrik
http://novelweton.co.cc
Mempertanyakan Weton

Judul Buku: Weton (Bukan Salah Hari)

Penulis: Dianing Widya Yudhistira

Penerbit: Grasindo, 2009

Dalam masyarakat Jawa, weton adalah sesuatu yang berkaitan dengan hari lahir. Setiap nama hari (Senin-Minggu) dalam kalender Jawa memiliki pasangannya, yakni Wage, Pon, Legi, Kliwon, dan Pahing. Dalam sejumlah peristiwa sosial, weton memegang peranan penting. Misalnya soal perkawinan. Jika seseorang menikah dengan pasangan yang hari lahirnya secara weton tidak bagus, dipercaya ia akan menemui banyak masalah dalam keluarga nanti.

Novel terbaru karya Dianing Widya Yudhistira ini dengan baik mengangkat persoalan itu. Ada tokoh-tokoh yang menikah dengan weton yang tidak cocok, yang kemudian berakibat buruk. Tapi tidak semua orang percaya pada weton. Novel ini menyajikan pertentangan itu: antara yang percaya dan yang tidak. Dan bagi yang tidak percaya, tentu, ada konsekuensinya. Apa itu? Inilah yang dijawab satu per satu dalam novel ini.

Ini novel keempat Dianing, yang juga dikenal sebagai penyair dan penulis cerpen. Novel pertamanya, Sintren (Grasindo, 2007), juga mengangkat persoalan lokal di Jawa, yakni tari Sintren, dan masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award 2007. Novel lainnya, Perempuan Mencari Tuhan (Republika, 2007) dan Nawang (Republika, 2009). l DODY

Sumber: Koran Tempo, 18 Oktober 2009

-----------
Buku ini sudah bisa diperoleh di toko-toko buku Gramedia dan toko buku lain, juga di toko buku online seperti http://www.bukabuku.com, http://www.dinamikaebooks.com, http://bukukita.com, dan lain-lain. Bisa pula langsung ke penerbit Grasindo di http://www.grasindo.co.id. Untuk mengetahui lebih jauh tentang novel ini atau proses kreatif penulisannya silakan mengunjungi web http://novelweton.co.cc