Fira Meutia, Penulis “Asma di Dunia Maya”

Juli 15th, 2011 § 6 Komentar

Fira Meutia

Fira Meutia, penulis buku cerita Liontin Amery kembali meluncurkan buku pada Juli 2011 ini. Jika Liontin Amery yang diterbitkan lini KKPK Mizan adalah kumpulan cerita, kali ini adalah novel. Judulnya “Asma di Dunia Maya”. Novel ini tetap diterbitkan oleh lini KKPK (Kecil-kecil Punya Karya) Mizan. “Ide novel ini dari kelompok conference school di internet,” kata pelajar kelas II SMP Negeri 17 Tangerang Selatan yang bernama lengkap Maghfira Meutia Dewi ini.

Ia bercerita, conference school adalah kelas belajar yang anggotanya adalah anak-anak sebayanya yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Di kelompok belajar itu, ada yang bertindak sebagai guru dan murid. “Juga ada pengurus seperti kepala sekolah, ketua kelas, wakil ketua kelas, sekretaris, dan bendahara. Pokoknya kayak sekolah beneran lah,” ujar putri pertama novelis Dianing Widya Yudhistira ini.

Novel ini ditulis ketika Fira Meutia duduk di kelas VI SD Islam Nurul Hidayah, Reni Jaya, Pondok Petir, Bojongsari Depok. Selain menampilkan cerita fiksi, Fira Meutia juga menyisipkan sejumlah tip dan pengetahuan seputar teknologi dalam novelnya ini. Misalnya cara berinternet yang baik. “Jangan suka menulis status marah-marah di FB. Kalau selesai buka FB harus log out dulu walaupun di komputer sendiri. Ada pula pengetahuan tentang sejarah Menara Eifel.

Asma di Dunia Maya

Fira Meutia lahir di Batang, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1998. Ia mulai menulis sejak kelas II SD. “Ia pertama menulis puisi. Kelas tiga ia mulai mengirim ke koran dan majalah anak, namun tidak dimuat,” ujar Dianing Widya, sang ibu. Kemudian ia menulis banyak cerpen. “Sebagian cerpen itu dikirim ke KKPK Mizan dan diterbitkan menjadi buku berjudul Liontin Amery pada 2010.”

Menurut Dianing, Fira Meutia juga senang menggambar dan desain grafis. “Ia juga pernah mengirim beberapa gambarnya ke koran.” Untuk desain grafis, ia suka membikin desain stiker dan foto teman-temannya. Ia bahkan pernah membikin stiker dan menjualnya kepada teman-temannya di sekolah. “Itu kelas empat dan lima SD.”

Kelas enam dia berhenti bikin stiker karena mulai fokus belajar dan menulis. Namun, kegemarannya desain grafis tidak pernah hilang. Ia masih tetap menerima orderan teman-temannya dari berbagai daerah lewat FB untuk mengutak-atik foto mereka di Photoshop dan berbagai software grafis lainnya.

Selain itu, Fira Meutia juga suka “mengutak-atik” program komputer. Di blognya www.firameutia.co.cc (juga bisa masuk lewat http://firameutia.com) bisa ditemukan banyak tips-tips komputer, mulai dari tip berinternet hingga tip desain grafis. Semua ditulis dengan bahasa yang khas anak-anak dan sangat mudah dipahami oleh mereka. “Ia juga ingin tips-tips komputer itu dibukukan, tapi belum menemukan penerbit,” ujar Dianing.

Selain menulis, desain grafis, dan mengutak-atik program komputer, ia juga suka membaca. Banyak honor dan royaltinya digunakan untuk membeli banyak buku. Ia bisa membaca habis satu buku dalam semalam. Ia juga senang jalan-jalan dan penggemar berat mie Aceh.

Fira Meutia juga sangat peduli pada isu-isu lingkungan dan pemanasan global. Ia adalah peserta termuda The Climate Project Indonesia pada April 2010. Pelatihan itu diiikuti 250 peserta dari seluruh Indonesia dengan beragam profesi. Jumlah itu diseleksi lebih dari sekitar 1.500 orang yang mendaftar. The Climate Project Indonesia merupakan bagian dari The Climate Project yang didirikan Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat. | MIS

§ 6 Responses to Fira Meutia, Penulis “Asma di Dunia Maya”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Fira Meutia, Penulis “Asma di Dunia Maya” at .

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.