Wagub: PKA Berbeda dengan Pameran Pembangunan

27/04/2009

Sumber: Serambi Indonesia, 27 April 2009

JAKARTA – Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar menegaskan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 2-11 Agustus 2009 harus berbeda dengan kegiatan Pameran Pembangunan. “PKA adalah perhelatan budaya, tidak sama dengan pameran pembangunan. PKA diharapkan benar-benar mampu memperlihatkan khasanah kebudayaan Aceh pasca konflik dan tsunami,” ujar Wagub menjawab Serambi, Sabtu di Jakarta.

Wagub sependapat bahwa PKA 2009 menampilkan pertautan Aceh dengan bangsa-bangsa lain, baik regional maupun internasional dengan mengundang delegasi seni dari daerah-daerah yang dimaksud. Ia mencontohkan, Aceh memiliki kaitan dengan Demak, Banten, Jayakarta (Jakarta) dan lain-lain. Begitu juga di lintasan internasional, Aceh pernah memiliki hubungan dengan Turki, Belanda, Perancis, Inggris, Portugis dan sebagainya, termasuk Finlandia pada saat penandatanganan Kesepakatan Damai (MoU Helsinki) 2005 silam.

“Kita tentu akan lihat lagi pertautan itu, sebagai sebuah perjalanan sejarah Aceh,” sebut Muhammad Nazar, yang tampak sangat menguasai riwayat Aceh dalam pergaulannya dengan dunia internasional. Nazar, yang pernah belajar di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh merupakan satu dari sedikit tokoh di Indonesia menguasai sejarah sastra Arab. Sebelumnya dalam sebuah diskusi terbatas di Jakarta, seniman Aceh mengusulkan agar forum PKA mengakomodasi kehadiran delegasi seni dari Arab, Cina, Eropa, Hindi, karena dinilai negara-negara tersebut memiliki pertautan antropologis dengan Aceh.

Jajaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) menyatakan tidak mengetahui secara persis rencana pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA). Hal itu diungkapkan Direktur Usaha Pariwisata, Winarno Sudjas, saat bertemu dengan delegasi Komisi F DPRA, terdiri dari Burhanuddin, Azhari Basyar dan Yusrizal Ibrahim.

Mengutip hasil pertemuan, Yusrizal menyayangkan, informasi tentang PKA ternyata sangat terbatas di Budpar. “Padahal tersedia dana dari APBN untuk kegiatan kebudayaan dan pariwisata di daerah-daerah,” ujar Yusrizal. Ketua Komisi F Burhanuddin mengusulkan agar Pemerintah Aceh menindaklanjuti kemungkinan memperoleh dana PKA dari APBN. “Pejabat Budpar juga mengusulkan agar dibuat perispan yang matang untuk sebuah kerja kebudayaan seperti PKA. Jangan sampai ada kesan terburu-buru,” ujar Ketua Komisi F Burhanuddin.

Penyair Aceh
Sementara itu, dua penyair Aceh, Mustafa Ismail dan Fikar W Eda diundang sebagai pembicara dalam diksusi tentang “Chairil Anwar” dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) I Komunitas Planet Senen (Kops) di Jakarta, Senin (27/4). Ketua Panitia, Irmansyah, menjelaskan peringatan HUT tersebut juga diisi pembacaan puisi, workshop musikalisasi puisi. “Kehadiran kawan-kawan Aceh sangat memberi warna acara ini,” ujar Irmansyah, penyair dari Suamtera Barat.(fik)

Entry Filed under: Berita Budaya. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


INFO BUKU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Ditulis oleh novelis yang karyanya (Sintren) masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo dan di toko-toko buku online.

TERBANYAK DIBACA

Kategori

jaringanblogsastra-ok
Blog Penyair Aceh J Kamal Farza

KOMENTAR TERBARU

JUMLAH PENGUNJUNG

GUDANG TULISAN

Google Ranking Blog Ini

Search Engine Optimization

MEDIA

DIANING WIDYA YUDHISTIRA

PEMANGKU BLOG