Puisi Kemerdekaan

14/08/2008

Dua hari lalu, sebuah pesan singkat (SMS) masuk ke ponsel saya. Pengirimnya Kurnia Effendi. Isinya, saya kutip seperti aslinya: “Teman2, Sabtu tgl 16 Agst mulai jam 19, Pst Kesenian Jkt menyediakan panggung rakyat di Plaza TIM. Mari bc puisi n prosa patriotik dlm rngka HUT RI. Daftarkn segra ke saya (kurnia effendi) sampai 15/8 siang utk susunan acr. Trims. Salam”.

Saya terdiam sejenak. Saya ingin sekali ikut meramaikan sekaligus menikmati acara itu, namun pada tanggal disebutkan itu saya berada di luar Jakarta (di luar pulau Jawa) untuk sebuah urusan. Saya lalu membalas SMS itu, sambil minta maaf tidak bisa hadir. Belakangan, memang banyak kegiatan sastra yang tidak bisa saya hadiri, ya itu tadi karena berbenturan dengan kegiatan-kegiatan saya yang lain.

Saya lalu ingat juga sebuah acara lain yang diadakan oleh Komunitas Sastra Indonesia pimpinan Ahmadun Yosi Herfanda, pada 16 Agustus di RRI Pusat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu, selain baca puisi oleh sejumlah penyair juga ada dialog interakif (yang biasanya disiarkan langsung oleh RRI). Acara itu, kabarnya, akan dihadiri oleh sejumlah menteri. Momentumnya sama: peringatan hari kemerdekaan.

Tapi saya belum sempat mengirimkan SMS ke Ahmadun untuk minta maaf karena tidak bisa menghadiri acara tersebut di RRI. Kini, saya hanya bisa bilang: selamat berpuisi. MUS

Entry Filed under: Agenda Budaya. .

2 Comments Add your own

  • 1. debrajoem  |  08/09/2008 at 9:42 am

    wah sekarang jadi tambah satu lagi orang yg ketinggalan berita dan gak bisa berpartisipsi dalam kegiatan tsb, telat tahu, he he, soalnya infonya baru baca di web log pak Mus sekarang.

    Saleum
    dedy

    Balas
  • 2. gopal  |  11/08/2009 at 5:05 pm

    kalo orang indonesia yang membuka situs ini jangan bahasa inggris donkkk…… plizzz………………….!

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


INFO BUKU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Ditulis oleh novelis yang karyanya (Sintren) masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo dan di toko-toko buku online.

TERBANYAK DIBACA

Kategori

jaringanblogsastra-ok
Blog Penyair Aceh J Kamal Farza

KOMENTAR TERBARU

JUMLAH PENGUNJUNG

GUDANG TULISAN

Google Ranking Blog Ini

Search Engine Optimization

MEDIA

DIANING WIDYA YUDHISTIRA

PEMANGKU BLOG