Zab Bransah, Deny Pasla, dan Lain-lain (1)

04/07/2008

zab bransah
Dalam perjalanan dengan mobil rental dari Bandara Polonia, Medan, ke Langsa, Aceh Timur, Sabtu (28/6/2008), saya menulis SMS untuk Deny Pasla dan Zab Bransah. Isinya sama: “Penyair, adakah puisi baru yang telah dan akan lahir?” Saya tidak memberitahu bahwa saya sedang menuju ke kota mereka. Saya ingin memberi kejutan.

Zab segera membalas. “Ada. Siapa ini?” Wah, tampaknya Zab tidak membaca lebih lengkap pesan singkat saya. Sebab, di akhirnya saya tulis nama lengkap saya. Atau untuk memastikan? Entahlah, saya tidak tahu. Saya pun menjawab memberitahu siapa saya. Lalu kami pun ngobrol lewat SMS. Ia tampak surprised mendapat pesan singkat dari saya.

Dalam salah satu SMS, Zab mengirim puisi berjudul Rindu yang berbunyi: “Kukirim kabar kepada sahabat cinta/ di kepulauan rindu berjumpa./Arah angin dikabarkan kita masih ada./Kerinduan ke mimpi-mimpi malam./Kasih ada pada-Nya./Kau jauh pada hati. Masih ada rasa cinta.” Langsa, 28 Juni 2008.

Zab adalah seorang penyair Aceh yang muncul pertengahan 1980-an. Nama aslinya adalah Zakaria Alba Bransah. Ia lahir di Blang Cut Meureudu, Pidie, Aceh, 6 juli 1964. Ia sarjana pendidikan Kimia dari FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh (1993). Ia mulai bergelut dengan seni sejak 1985, menjadi penggiat teater dan sastra. Ia pernah bergabung dengan Teater NYA Banda Aceh, Teater Mata, dan Sanggar Cempala. Selain itu, ia pernah jadi Ketua Kisnaka (Kiprah seni Anak Kimia) FKIP Universitas Syiah Kuala (1988-1990). Tak hanya sebagai aktor, ia pun kerap menjadi sutradara.

Karyanya terutama berupa cerita pendek dan artikel budaya dipublikasikan diberbagai media massa, diantaranya di Warta Unsyiah, Monumen, Kalam, Kampiun, Kiprah, Panca, Gema Baiturrahman, Atjeh Post, Peristiwa, Harian Serambi Indonesia (Aceh), Harian Waspada, Dunia Wanita (Medan), Majalah Kartini (Jakarta). Puisinya terkumpul dalam sejumlah antologi puisi bersama para panyair Aceh.

Terakhir saya ketemu Zab saat mengikuti acara Sastrawan Masuk Sekolah pada 2006 di Aceh Timur dan sekitarnya. Selain Zab, acara yang diadakan oleh Lapena dan BRR Nias-Aceh itu, juga menghadirkan penyair Deny Pasla, Agam Fawirsa, cerpenis Saiful Bahri, Ridwan Amran, dan saya. Saat itu, kami berkeliling ke sejumlah SMA di Langsa, Idi, dan Kuala Simpang, salah satunya SMA Negeri 1 Langsa.

Acara itu sekaligus menjadi reuni penting. Sudah lama saya kehilangan kontak dengan mereka, terutama Zab Bransah, Deny Pasla, dan Agam Fawirsa. Saya tidak ingat persis kapan terakhir bertemu mereka. Mungkin sekitar 1995. Pada 1996, saya mulai menetap di Jakarta. Mereka juga kemudian menjadi guru. Zab di Langsa. Deny Pasla di Kuala Simpang. Teman lain, penyair Anhar Sabar, Ucok Tb (Anshor Tambunan), juga menjadi guru. Anhar di wilayah Aceh Barat Daya dan Ucok di Kutacane, bersama aktivis teater Jarwansyah. (BERSAMBUNG…)

Baca juga:
Berpuisi di Ruang Kelas

Entry Filed under: Biografi Sastrawan, Catatan Ringan. .

2 Comments Add your own

  • 1. Mukhtaruddin  |  05/07/2008 at 12:34 pm

    Ku pike na foto lon di dalamnya

    dari Meulaboh

    Balas
  • 2. jalansetapak  |  05/07/2008 at 2:19 pm

    Peue haba di Meulaboh? Saleum

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


INFO BUKU

Novel Nawang bercerita tentang perjuangan hidup seorang perempuan. Tokoh novel ini lahir dalam keluarga yang penuh gejolak. Ia ingin mendobrak sejumlah kebiasan di kampungnya yang dianggap membuat perempuan tidak maju dan hanya puas menjadi ibu rumah tangga. Ditulis oleh novelis yang karyanya (Sintren) masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel seharga Rp 35 ribu ini bisa didapatkan di toko-toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, toko-toko buku online atau langsung ke Penerbit dan Toko Buku Republika penerbit di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.

Novel Perempuan Mencari Tuhan karya Dianing Widya Yudhistira ini bercerita tentang reinkarnasi dan keresahan seorang perempuan dalam mencari Tuhan. Novel ini dapat diperoleh di toko buku terdekat, toko buku online, atau langsung ke penerbit dan toko buku Republika di Jalan Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan Telp. 021-7892845 dan faks 021-7892842.



Novel Sintren masuk lima besar Khatulistiwa Award 2007. Novel karya Dianing Widya Yudhistira bercerita tentang seni tradisi Sintren yang makin hilang. Novel ini sekaligus menyuguhkan drama yang menyentuh: perjuangan seorang perempuan, pentingnya pendidikan dan potret kemiskinan yang kental di depan mata. Selain di toko buku dan toko buku online, juga dapat diperoleh di Penerbit Grasindo dan di toko-toko buku online.

TERBANYAK DIBACA

Kategori

jaringanblogsastra-ok
Blog Penyair Aceh J Kamal Farza

KOMENTAR TERBARU

JUMLAH PENGUNJUNG

GUDANG TULISAN

Google Ranking Blog Ini

Search Engine Optimization

MEDIA

DIANING WIDYA YUDHISTIRA

PEMANGKU BLOG