Empat Sastrawan Terima Hadiah Rancage
19/06/2008
Sumber: Koran Tempo, Senin 16 Juni 2008
BANDUNG — Empat sastrawan Sunda, Jawa, Bali, dan Lampung menerima penghargaan Sastra Rancage 2008. “Tahun ini, untuk pertama kalinya kami juga memberikan penghargaan kepada sastrawan Lampung,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage Ajip Rosidi pada acara pemberian penghargaan tersebut di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Sabtu lalu.
Keempat sastrawan itu adalah Udo Z. Karzi alias Zulkarnain Zubairi dengan karyanya berupa kumpulan sajak berbahasa Lampung berjudul Mak Dawah Mak Dibingi, Godi Suwarna dengan karya roman berbahasa Sunda berjudul Sandekala, Turiyo Ragilputra dengan karya berbahasa Jawa berjudul Bledheg Segara Kidul, dan I Nyoman Manda dengan karya berbahasa Bali berjudul Depang Tiang Bajang Kayang-kayang.
Selain kepada para sastrawan ini, Hadiah Rancage 2008 dianugerahkan kepada orang atau lembaga yang dianggap berjasa besar dalam memelihara serta mengembangkan bahasa ibunya. Mereka adalah Grup Teater Sunda Kiwari pimpinan R. Dadi Danusubrata, redaktur majalah Jawa Jaya Baya Sriyono, dan penemu program penulisan aksara Bali yang disebut Bali Simbar, I Made Suatjana.
Menurut Ajip, tahun ini pihaknya juga memberikan Hadiah Samsudi kepada penulis buku bacaan anak-anak dalam bahasa Sunda, yang jatuh kepada Ai Koraliati dengan karyanya Catetan Poean Rere. Para pemenang masing-masing mendapat piagam dan uang sebesar Rp 5 juta, kecuali Ai
Koraliati, yang mendapatkan piagam dan uang Rp 2,5 juta.
Hadiah Rancage pertama kali diberikan pada 1989 hanya kepada sastrawan yang menulis dalam bahasa Sunda. Namun, sejak 1994, penghargaan ini juga diberikan kepada sastrawan yang menulis dalam bahasa Jawa. Tiga tahun kemudian, sastrawan yang menulis dalam bahasa Bali juga berpeluang menerima penghargaan ini. RANA AKBARI FITRIAWAN
Entry Filed under: Berita Budaya. .

Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed