Impian Lama: Internet Murah (2)
30/05/2008
Dua hari lalu, ketika ada teman wartawan Koran Tempo datang untuk mereportasekan tentang RT/RW-net di tempat kami, secara tidak sengaja aku tahu bahwa kecepatan di internet di tempatku sudah di atas 500 kbps. Tadinya kecepatan maksimal Speedy, produk layanan internet yang dimiliki PT Telkom, adalah 384 kbps. Memang, pada Mei ini, Telkom Speedy merilis kecepatan baru hingga 1 mbps. Tapi belum semuanya bisa menikmati internet yang cepat itu. Sebelumnya, tempat kami pun belum bisa menikmatinya alias masih di kecepatan maksimal 384 kbps.
Saya menduga penambahan kecepatan itu adalah bagian upaya Telkom untuk terus merebut hati konsumen. Sebab persaingan di lapangan dalam ranah internet murah ini makin sengit di lapangan, terutama dengan hadirnya Fastnet dari Firstmedia (kelompok Lippo). Dulu jaringan internet kelompok Lippo ini dikenal dengan Kabelvision. Paket yang ditawarkan selain internet adalah televisi berlangganan. Kini, pelanggan boleh berlangganan salah satu dari layanan ini.
Fastnet menawarkan biaya langganan yang sangat menggiurkan yakni Rp 99 ribu untuk kecepatan 384 kbps. Ini setara dengan kecepatan Speedy Telkom (paket office unlimeted) yang lama dengan biaya langganan Rp 750 ribu sebulan (belum termasuk PPN). Sementara layanan berkecepatan 512 kbps dibandrol seharga Rp 195 ribu, 768 kbps (Rp 295 ribu), 1.500 kbps (Rp 595 ribu) dan 3.000 kbps (Rp 1,2 juta). Semua tanpa batasan pemakaian alias unlimeted.
Maka sangat beralasan Speedy ketar-ketir disalib oleh Fastnet yang begitu gencar merambah pasar. Tadinya, seperti saya katakan dalam tulisan terdahulu (Impian Lama: Internet Murah (1), saya pun sempat menunggu-nunggu jaringan Fastnet muncul di blok tempat tinggal saya di Vila Pamulang, tapi beberap bulan ditunggu tidak muncul-muncul juga. Di kompleks kami, Fastnet baru sampai di blok bagian depan, dan belum jelas kapan jaringannya sampai di blok bagian belakang, tempat kami tinggal.
Akhirnya, saya dan beberapa teman satu gang, sepekat memakai Speedy untuk jaringan internet di lingkungan kami. Kami mengambil paket Office Unlimeted dengan biaya langganan Rp 825 ribu (sudah termasuk PPN). Lalu, sebagaimana nama paket itu (paket kantor), kami pun membagi-bagi jaringan internet itu kepada beberapa rumah. Kami membayangkan bahwa setiap rumah di gang kami adalah ruang-ruang kantor dan setiap ruang itu punya akses internet sendiri.
Tadinya hanya delapan rumah yang ikut bergabung, tapi kemudian satu rumah mundur. Kami pun berjalan dengan tujuh rumah. Masih lumayan terjangkau juga biaya langganannya, yakni Rp 825 ribu dibagi 7 rumah, masing-masing rumah mesti membayar Rp 118 ribu. Di tengah jalan, dua rumah lagi ikut bergabung dengan jaringan ini, sehingga didapat 9 rumah. Sudah pasti biaya langganan per rumah turun menjadi Rp. 92 ribu. Dengan biaya segitu, kami sudah bisa mendapatkan layanan akses internet tak terbatas.
Bahkan, beberapa hari lalu, ada juga sebuah rumah dari gang sebelah kami menyatakan ingin bergabung. Jika jadi ia bergabung berarti anggota jaringan “virtual” office ini menjadi 10 rumah, sehingga biaya per rumah menjadi Rp. 82.500.
Apa yang mesti disiapkan untuk membikin jaringan internet model RT/RW-net ini? Pertama: mengumpulkan anggota jaringan. Tak harus sampai dapat 10 orang, bisa saja dengan anggota 6-7 orang jalan dulu. Sebab, kadang tidak mudah untuk menyakinkan orang untuk berlangganan sesuatu yang mungkin buat mereka buat kebutuhan mendesak. Jadi, dalam meyakinkan ini perlu trik sendiri.
Kedua adalah memastikan apakah nomor telepon Anda mensupport Speedy. Sebab, ternyata tidak semua telepon rumah bisa dipakai untuk Speedy. Itu tergantung jaringan alias kabel telepon. Di tempat kami, setahu kami hanya dua nomor telepon yang bisa tersupport Speedy. Nomor telepon di rumah saya sendiri tidak bisa. Jadi, kumpulkan nomor telepon calon anggota jaringan dan konfirmasikan ke Plaza Telkom terdekat apakah ada di antara nomor-nomor itu yang bisa dipakai untuk layanan Speedy. Biasanya pasti ada satu-dua yang bisa.
Ketiga, salah satu orang anggota atau kordinator jaringan mendaftar ke Plaza Telkom. Sebelumnya, usahakan dulu menghubungi call centre Speedy di nomor 147 untuk memastikan persyaratan apa saja yang mesti dibawa untuk pendaftaran itu. Ketika kami mendaftar, April lalu, biayanya Rp 99 ribu dan dapat gratis satu modem rounter dengan perjanjian minimal berlangganan (kalau tidak salah) lima bulan. Sekarang, saya tidak tahu apakah paket promo gratis modem router itu masih berlaku atau sudah ada promo lain lagi.
Keempat: Beberapa hari setelah pendaftaran, petugas Speedy akan datang ke rumah Anda untuk memasang sampai internet online di rumah salah satu anggota (yang mendaftar). Jika kini tidak dapat modem rounter dalam paket pilihan yang tersedia, tentu sebelumnya Anda mesti membeli dulu modem routernya. Gambaran harga modem router ini bisa Anda peroleh lewat internet, misalnya www.bhinneka.com, www.rakitan.com, dan lain-lain.
Jenis modem route pun macam-macam, ada yang “three in one” modem rounter sudah termasuk akses point untuk wifi, ada pula yang cuma modeum rounter biasa. Harganya juga bervariasi. Tinggal dipilih saya sesuai kebutuhan. Jika Anda pingin di tempat Anda mau dipasang akses wifi supaya bisa berinternet wireless misalnya lewat Communicator, PDA, laptop, dsb, silakan pilih modem router yang sudah include dengan akses point wifi. Jika tidak perlu akses point wifi ya pakai saja modem rounter biasa.
Sambil beli modem rounter, beli juga beberapa peralatan lain untuk infrastruktut jaringan, seperti kabel jaringan (harganya bervariasi mulai Rp 300 ribu-an, tergantung kualias), switch/hub untuk membagi jaringan (jumlah portnya atau colokan pembaginya macam-macam, ada yang empat, lima, delapan, sepuluh, 16, 24, dan sebagainya). Beli juga Rj45 (itu lho kepala kabel yang seperti untuk colokan telepon untuk dicolok ke LAN komputer dan switch. Jangan lupa alat untuk memasang Rj45 itu, jika Anda/tetangga atau orang yang memasang jaringan ini nanti belum punya. Tanpa alat ini (kalau gak salah namanya crimping tool Rj45). Satu lagi, perlu alat untuk menswitch kabel telepon ke pesawat telepon dan modem router (cukup satu saja).
Jika itu sudah ada, silakan tarik kabel. Bila kabel direntangkan ke rumah-rumah lewat atas, mungkin perlu kawat (semacam kawat jemuran) untuk melilit kabel itu agar ketika kabel itu ditarik tidak menyebabkan putus. Jika kabel ditanam di tanah, tidak perlu kawat ini, cukup paralon saja untuk menutup kabel itu. Jadi kabel itu dimasukkan ke dalam paralon, seperti instalasi listrik di dalam rumah. Teman saya di Pondok Cabe yang sudah duluan menggunakan jaringan internet seperti ini memasang jaringan lewat bawah dan memakai paralon itu.
Kelima: jika sudah siap dengan alat-alat, sambil menunggu orang Speedy datang, boleh langsung direntangkan saja kabel ke rumah-rumah para anggota jaringan ini. Caranya, telepon di rumah yang terdaftar sebagai pelanggan Speedy paket office unlimeted itu dibagi/displit dulu antara untuk pesawat telepon dan untuk modem router. Lalu, dari kabel modem router dicolok ke salah satu port di hub. Dari hub itulah kabel-kabel merentang ke rumah-rumah.
Kalau kami, membeli dua swith/hub. Soalnya, orang yang nomor teleponnya bisa Speedy berada di bagian ujung gang. Satu hub ditaruh di rumah pendaftar Speedy dan satu hub lagi di rumah saya yang berada di bagian tengah gang kami. Jadi dari rumah pendaftar Speedy hanya ditarik satu kabel yang dihubungkan ke hub di rumah saya. Lalu dari hub di rumah saya keluar enam kabel untuk direntangkan ke enam rumah lain yang dekat dengan saya. Sementara tiga kabel keluar dari hub di rumah pendaftar Speedy, yakni untuk dirinya satu hub dan dua kabel untuk dua tetangga yang terdekat dengannya.
Keenam: setelah tersambung, masing-masing komputer harus disetting untuk disatukan dalam jaringan (LAN). Tapi, sory, soal teknis ini saya tidak mengerti. Sebab, itu kami percayakan kepada tetangga kami yang menjadi pendaftar Speedy (Pak Farouq Ahmad) yang kebetulan bekerja di bidang IT. Jika tidak punya teman atau tetangga yang mengerti soal jaringan LAN, mungkin boleh juga tanya orang Speedy yang datang memasang internet sampai online di rumah pendaftar. (Biasanya orang Speedy memang tugasnya memasang hanya sampai online di satu komputer, yakni di tempat orang yang namanya terdaftar. Urusan membagi, ya urusan kita sendiri.)
Sebaiknya memang minta tolong teman yang mengerti jaringan, ya paling kita ngasih uang rokok dan transport. Jika masih kesulitan soal ini, dan lokasi Anda berada di daerah selatan Jakarta, bisalah meminta bantuan tetangga kami yang ahli soal jaringan ini. Tapi ia hanya bisa pada Sabtu-Minggu atau hari libur.
Jika semua komputer dalam jaringan sudah online, ya tinggal nikmati saja internet murah itu. SELESAI. DEPOK, 29 MEI 2008. MUS
Entry Filed under: Sekedar Tahu Saja. .
5 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1. Mario Nelson | 12/07/2008 at 2:13 am
ahem,, boleh mnta no hp/tlp dari pemilik rt/rw.net yang di daerah cikini ? mau masang nih.. bls ke imel yaaa..
sbelumnya terima kasih..
2. Mario Nelson | 12/07/2008 at 2:16 am
freaksperson_2nd@yahoo.co.id
3. jalansetapak | 12/07/2008 at 4:53 pm
Wah, saya nggak punya kontaknya pak. Saya juga gak tahu apakah ada komunitas RT/RW-net di daerah sana. Salam.
4. indry | 17/07/2008 at 10:46 am
boleh minta no. tlp contact person untuk daerah Larangan indah, Ciledug dan sekalian minta info nya daerah Larangan indah apa sudah ada jaringannya sehingga saya bisa ikut bergabung kan semakin banyak semakin murah biayanya. balas ya. tks.
Indry
5. jalansetapak | 19/07/2008 at 11:20 pm
Saya tidak tahu apakah disana sudah ada jaringan RT/RW-net. Jaringan ini memang harus digagas oleh komunitas-komunitas masyarakat itu sendiri. Mungkin Anda bisa mengajak tetangga-tetangga untuk membentuk jaringan RT/RW-net ini, seperti kami lakukan di gang kami di sebuah perumahan di Pamulang.