zab bransah
Dalam perjalanan dengan mobil rental dari Bandara Polonia, Medan, ke Langsa, Aceh Timur, Sabtu (28/6) saya menulis SMS untuk Deny Pasla dan Zab Bransah. Isinya sama: “Penyair, adakah puisi baru yang telah dan akan lahir?” Saya tidak memberitahu bahwa saya sedang menuju ke kota mereka. Saya ingin memberi kejutan.
Zab segera membalas. “Ada. Siapa ini?” Wah, tampaknya Zab tidak membaca lebih lengkap pesan singkat saya. Keep reading →
Kategori: Biografi Sastrawan · Catatan Ringan
Di tengah gempuran film horor dan komedi setengah cabul, Alenia meluncurkan film langka bertema anak-anak.
Sumber: Koran Tempo, Kamis 3 Juli 2008
Sebuah narasi melayang di udara. Isinya memperkenalkan anggota keluarga si narator, Nala (diperankan oleh Ken Nala Amrytha). Seusai narasi itu, gambar berpindah ke suasana kemacetan Ibu Kota Jakarta. Adegan berikutnya adalah suasana cemberut yang dibangun Nala; Tama (Raja Intan Permata), sang adik; serta dua sepupu Nala: Reno (Arsenna Rahadi) dan Inka (Quinsha Jasmine Haq) dalam sebuah mobil.
Mereka tak kuasa menahan suasana murung karena habis menerima rapor. Pasalnya, jika ada nilai 7 dalam rapor, tidak akan ada liburan bagi keempat bocah manis itu. “Kayaknya bukan liburan, tapi akan dapat masalah besar,” ujar Nala dalam hati karena menduga isi rapor mereka jelek. Keep reading →
Kategori: Berita Budaya
Cerpen Mustafa Ismail
Sumber: Jurnal Nasional, 29 Juni 2008
IBU langsung tertegun mendengar kata-kata lelaki itu: aku ingin pergi jauh. Lelaki itu memandang ibunya lekat-lekat, menatap guratan-guratan ketuaan di wajahnya. Ada raut lesu memancar dari matanya, mungkin semacam rasa khawatir, bahkan rasa gundah. “Mengapa kau ingin pergi?”
Lelaki itu terlonjak mendengar pertanyaan ibu. Tidak biasa ibu menanyakan alasan, siapa pun yang pergi atau apa pun yang dilakukan. Ketika abangnya dulu pergi merantau ke luar negeri, dan meninggalkan bangku kuliah, ibu tidak pernah bertanya alasan. Ibu hanya mengatakan: “Biarlah abangmu pergi, dari pada di kampung mendatangkan petaka buatnya.” Keep reading →
Kategori: Cerpen
Hari ini, Pesta Buku Jakarta dimulai. Acara berlangsung hingga 6 Juli 2008 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Acara yang digelar oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jaya, menghadirkan banyak penerbit. Menurut situs resmi Pesta Buku Jakarta, ada 242 penerbit dan perusahaan perbukuan yang ikut ambil bagian, antara lain Dian Rakyat, Elex Media Komputindo, Erlangga, Balai Pustaka, Gramedia Pustaka Utama, Java Books, Rajawali dan Al-Huda.
Buku-buku yang disediakan pun terdiri dari berbagai jenis dan kalangan. Tersedia pula buku-buku best seller dan buku-buku diskon hingga 70% . “Bahkan, untuk guru dan siswa sekolah diberikan diskon tambahan 10% untuk buku-buku tertentu di stand bertanda khusus,” tulis situs itu. Disebutkan pula, pengungjung bisa membayar dengan uang cash maupun kartu plastik baik debit maupun kartu kredit. Keep reading →
Kategori: Agenda Budaya
Mengapa sejak Kamis pukul 00 lewat sedikit saya mulai memasang cerpen Seno Gumira Ajidarma berjudul Cinta di Atas Perahu Cadik? Itu berarti sekitar 18 jam sebelum cerpen terbaik Kompas pilihan diumumkan. Jadi, teman-teman yang kemarin mampir di Jalansetapak sudah bisa meraba kenapa saya pasang cerpen itu, sekaligus membacanya. Tidak ada yang memberi tahu siapa pemenangnya. Itu cuma hasil analisis, ya semacam prakiraan, dengan beberapa alasan, tentu. Keep reading →
Kategori: Berita Budaya
Tanpa banyak berkomentar, saya ingin menyuguhkan salah satu cerpen yang masuk dalam deretan cerpen Kompas pilihan 2007, seperti diberitakan Kompas kemarin dan saya sebutkan dalam tulisan Kejutan dari Cerpen Pilihan Kompas?. Judulnya Cinta di Atas Perahu Cadik karya Seno Gumira Ajidarma. Cerpen ini dimuat di Kompas edisi 10 Juni 2007. Cerpen ini cukup menarik. Untuk sementara hanya itu yang dapat saya katakan. Akankah cerpen ini keluar sebagai cerpen terbaik? Sabar ah… Keep reading →
Kategori: Cerpen
Tadi malam (Rabu malam), saya bersama Ali Anwar (rekan sekantor) janjian ketemu dengan dua kawan baik lainnya di kawasan Blok M. “Sekitar Wapres,” kata Ali yang dikenal sebagai sejarawan Bekasi itu, mengutip salah satu teman yang bakal ketemu kami. Ya sudah, saya pun membelokkan kendaraan ke arah Wapres (sebutan untuk Warung Apresiasi Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan), dan parkir di sana — dengan setengah perjuangan tentu, karena parkirnya padat.
Suasana di Wapres ramai, rupanya. Ketika masuk, saya melihat seseorang sedang bermonolog di atas pentas. Saya baru ngeh, malam ini adalah jadwal bulanan acara Pasar Malam Sastra yang digelar oleh Johannes Sugiarto dan kawan-kawan. Saya melirik kursi kosong yang menghadap ke panggung, dan duduk. Di sebelahnya, Ali ikut duduk pula. Kami memperhatikan atraksi mahasiswa UBK (Universitas Bung Karno) yang sedang beraksi dan membanyol. Sesekali terdengar tawa. Keep reading →
Kategori: Berita Budaya
Kompas kembali menunjuk orang luar sebagai juri yang memilih cerpen-cerpen terbaik yang terbit di edisi Minggu harian itu selama 2007. Mereka adalah Ayu Utami dan Sapardi Joko Damono. Ini kali kedua koran itu melibatkan orang luar untuk menjadi juri cerpen-cerpen terbaik. Tahun lalu, mereka mempercayakan tugas tersebut kepada Nirwan Dewanto dan Bambang Sugiharto. Warna cerpen-cerpen dalam pilihan Kompas 2006 yang dilabel dengan judul “Ripin” itu pun bergeser dari pilihan-pilihan sebelumnya.
Apakah kali ini akan memberikan warna yang berbeda pula? Ada baiknya membaca cerper-cerpen yang sudah dipilih itu, seperti diberitakan Kompas hari ini. Yang pasti, dalam berita itu, Kompas belum membocorkan cerpen siapa yang keluar sebagai cerpen terbaik. Siapa pemilik cerpen terbaik itu baru akan diumumkan Kamis (26/6) malam dalam peluncuran kumpulan cerpen itu sekaligus ulang tahun Kompas dan pembukaan pameran ilustrasi cerpen Kompas di Bentara Budaya, Jakarta. Keep reading →
Kategori: Berita Budaya
Chairil dan Kota. Begitulah tema acara yang digelar untuk mengenang penyair Chairil Anwar di Taman Ismail Marzuki, 26-28 Juni 2008. Acara dimulai dengan diskusi pada 26-27 Juni. Pada hari pertama diskusi mengetengahkan topik “Chairil Anwar dan sajak-sajaknya serta kaitannya dengan Kota Jakarta”. Pembicara pada diskusi ini adalah Goenawan Mohamad, Arif Bagus Prasetyo dan Marco Kusumawijaya. Keep reading →
Kategori: Berita Budaya
Sumber: Tempo Interaktif, Senin, 23 Juni 2008 | 18:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Polo dan Curry telah berpisah sekian lama. Mereka tak bertemu sudah hampir 18 tahun. Dalam perpisahan itu, Curry diadopsi sebuah keluarga dari India. Perjalanan panjang telah dilalui hingga akhirnya keduanya menemukan arti perjalanan panjang tersebut. Tak hanya sebuah pelajaran hidup, Curry juga menemukan seseorang yang dicintai selamanya.
Dibingkai dalam judul Lezioni Di Volo, film itu digarap sutradara Francesca Archibugi. Ini adalah salah satu film yang diputar dalam Festival Film Italia bertajuk “Sinema Film Italia dan Kaum Muda, Sekarang”. Festival yang memutar enam film Italia tentang remaja dan percintaan ini berlangsung 18-24 Juni 2008. Keep reading →
Kategori: Berita Budaya